• Featured

    Informasi Baru Islam Tips Trick Berpuasa bagi Penderita Diabetes

  • Featured

    Tata Cara Shalat Tahajud dan Bacaamya.

  • Articles

    Tata Cara Makan Menurut Islam

  • Articles

    Tata Cara Tidur yang Baik Menurut Islam



  • Assalamu'alikum Warahmatullahi Wabarakatu
    Apakabar Sobat KAI Pada kesempatan Yang Sangat berbahagia kita kembali dipertemukan, dalam Posting kali ini saya akan shere  Bacaan Asmaul Husna Berserta MP3nya Mungkin Sobat Sering Dengar Teman-Teman Melafaskan Bacaan Asmaul Husna Setelah Mengaji Atau berada Pada Suatu Acara Majelis Ataukah Yang lainya. sehingga terkadang kita ikut tapi kita tidak Hafal jadi jikalau sahabat ingin Menghafal Nama-nama Yang Mahakuasa Tersebut Mengkin Artikel Kali ini sedikit Membatu Sobat KAI untu menghafal Nama Nama Yang Mahakuasa tersebut.

    Jika Sobat Berminat Untuk unduh Silahkan Klik Disini

    Informasi Baru Islam Asmaul Husna

    Posted at  19.16  |  in  lainnya  |  Read More»



    Assalamu'alikum Warahmatullahi Wabarakatu
    Apakabar Sobat KAI Pada kesempatan Yang Sangat berbahagia kita kembali dipertemukan, dalam Posting kali ini saya akan shere  Bacaan Asmaul Husna Berserta MP3nya Mungkin Sobat Sering Dengar Teman-Teman Melafaskan Bacaan Asmaul Husna Setelah Mengaji Atau berada Pada Suatu Acara Majelis Ataukah Yang lainya. sehingga terkadang kita ikut tapi kita tidak Hafal jadi jikalau sahabat ingin Menghafal Nama-nama Yang Mahakuasa Tersebut Mengkin Artikel Kali ini sedikit Membatu Sobat KAI untu menghafal Nama Nama Yang Mahakuasa tersebut.

    Jika Sobat Berminat Untuk unduh Silahkan Klik Disini

    Assalamualaikum Wr. Wb



    Apakabar Sobat KAI biar Sobat Selalu Diberikan Kesehatan Selalu. pada Kesempatan Kali Ini aku akan membagikan Komik yang cukup menarik Untuk Dibaca Karena Selain Komik ini Udah Terkenal Komik ini Juga Ada Versi Islamnya, Pasti yang gemar Membaca Komik Pasti Udah tau wacana komik naruto kan.??? Nah Komik Naruto ini juga Ada Yang Bercerita Tentang Islam Juga, bila Sobat Berminat Untuk Membacanya Silahkan Download Disini

    Informasi Baru Islam Naruto Spesial Ramadhan

    Posted at  19.16  |  in  lainnya  |  Read More»

    Assalamualaikum Wr. Wb



    Apakabar Sobat KAI biar Sobat Selalu Diberikan Kesehatan Selalu. pada Kesempatan Kali Ini aku akan membagikan Komik yang cukup menarik Untuk Dibaca Karena Selain Komik ini Udah Terkenal Komik ini Juga Ada Versi Islamnya, Pasti yang gemar Membaca Komik Pasti Udah tau wacana komik naruto kan.??? Nah Komik Naruto ini juga Ada Yang Bercerita Tentang Islam Juga, bila Sobat Berminat Untuk Membacanya Silahkan Download Disini


    Asslamualaikum Warahmatullahi Wr. Wb.
    apakabar Sobat KAI, Di antara kita paling sering mendengar murothal atau tilawah quran dari Syaikh ‘Abdurrahman Sudais hafizhohullah. Beliau yaitu salah satu imam dan khotib Masjidil Haram,  Makkah Al Mukarromah. Lihatlah suaranya begitu merdu dan lantunan qur’annya begitu syahdu. Beliau tidak hanya hafizh quran, namun dia juga menjadi seorang hebat ilmu fiqih. Bagaimana harapan dia di Waktu kecil?
    Ketika Syaikh Sudais dalam usia anak-anak, ibunya selalu mengatakan padanya, “Wahai ‘Abdurrahman, hafalkanlah qur’an. Insya Tuhan engkau akan menjadi imam masjidil Harom.” Demikian dorongan motivasi dari ibunya semoga Syaikh Sudais kecil mampu termotivasi menghafalkan qur’an.

    Lalu setiap kali Syaikh Sudais kecil datang ke Masjidil Harom, ia melihat lebih bersahabat bagaimanakah tingkah laku imam di sana. Kemudian di pikirannya terbayang, apakah mungkin dia akan ibarat itu (menjadi imam Masjidil Harom).
    Kemudian dari hari ke hari pikiran Syaikh Sudais kecil hasilnya terpancing. Dorongan dari ibunya tadi benar-benar memotivasinya. Lalu ia terbayang lagi dalam pikirannya, “Mungkinkah saya mampu menghafalkan qur’an tanpa ada yang keliru? Mungkinkah saya mampu melantunkan al qur’an tanpa membuat kesalahan?”

    Akhirnya dengan karunia Allah, kita dapat lihat sendiri bagaimanakah bacaan dia saat memimpin shalat di Masjidil Harom. Lihatlah pula saat dia membaca ayat, hafalan dia begitu kuat, tidak kita temukan cacat di sana-sini. Inilah fadhlullah, karunia Tuhan yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.


    Dari Kisah Beliu Diatas Sobat KAI Bisah Mengambil Pelajaran :

    1.       Dorongan motivasi dari orang renta sangat mendorong sekali seorang anak mampu menjadi sholeh dan mampu menjadi penghafal qur’an.

    2.       Menghafalkan qur’an di masa kecil ibarat seseorang begitu mudah mengukir di batu. Namun tidak ada kata terlambat untuk menghafal qur’an. Ada beberapa dongeng faktual yang menawarkan bahwa ada orang renta yang sudah berumur kepala lima (50 tahun) menghafalkan qur’an. Ada yang berumur 60 tahun juga menjadi hafizh qur’an. Itulah karunia Tuhan SWT.

    3.       Untuk menghafalkan qur’an haruslah seseorang diberi motivasi bahwa Al Qur’an itu mudah untuk dihafal. Motivasi semacam ini akan membuat anak kecil atau yang lainnya semakin terdorong untuk menghafalkan qur’an.

    Allah Ta’ala berfirman:

    وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

    “Dan sebenarnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar: 17).

    Sekian Dulu Post Kali ini semoga Kita dapat mengambil manfaat dalam dongeng faktual diatas bantu-membantu sehingga kita termaksud Hambah Tuhan yang Bertakwa Amin.

    Informasi Baru Islam Cita-Cita Syaikh Sudais Menjadi Imam Masjidil Haram

    Posted at  19.16  |  in  lainnya  |  Read More»


    Asslamualaikum Warahmatullahi Wr. Wb.
    apakabar Sobat KAI, Di antara kita paling sering mendengar murothal atau tilawah quran dari Syaikh ‘Abdurrahman Sudais hafizhohullah. Beliau yaitu salah satu imam dan khotib Masjidil Haram,  Makkah Al Mukarromah. Lihatlah suaranya begitu merdu dan lantunan qur’annya begitu syahdu. Beliau tidak hanya hafizh quran, namun dia juga menjadi seorang hebat ilmu fiqih. Bagaimana harapan dia di Waktu kecil?
    Ketika Syaikh Sudais dalam usia anak-anak, ibunya selalu mengatakan padanya, “Wahai ‘Abdurrahman, hafalkanlah qur’an. Insya Tuhan engkau akan menjadi imam masjidil Harom.” Demikian dorongan motivasi dari ibunya semoga Syaikh Sudais kecil mampu termotivasi menghafalkan qur’an.

    Lalu setiap kali Syaikh Sudais kecil datang ke Masjidil Harom, ia melihat lebih bersahabat bagaimanakah tingkah laku imam di sana. Kemudian di pikirannya terbayang, apakah mungkin dia akan ibarat itu (menjadi imam Masjidil Harom).
    Kemudian dari hari ke hari pikiran Syaikh Sudais kecil hasilnya terpancing. Dorongan dari ibunya tadi benar-benar memotivasinya. Lalu ia terbayang lagi dalam pikirannya, “Mungkinkah saya mampu menghafalkan qur’an tanpa ada yang keliru? Mungkinkah saya mampu melantunkan al qur’an tanpa membuat kesalahan?”

    Akhirnya dengan karunia Allah, kita dapat lihat sendiri bagaimanakah bacaan dia saat memimpin shalat di Masjidil Harom. Lihatlah pula saat dia membaca ayat, hafalan dia begitu kuat, tidak kita temukan cacat di sana-sini. Inilah fadhlullah, karunia Tuhan yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.


    Dari Kisah Beliu Diatas Sobat KAI Bisah Mengambil Pelajaran :

    1.       Dorongan motivasi dari orang renta sangat mendorong sekali seorang anak mampu menjadi sholeh dan mampu menjadi penghafal qur’an.

    2.       Menghafalkan qur’an di masa kecil ibarat seseorang begitu mudah mengukir di batu. Namun tidak ada kata terlambat untuk menghafal qur’an. Ada beberapa dongeng faktual yang menawarkan bahwa ada orang renta yang sudah berumur kepala lima (50 tahun) menghafalkan qur’an. Ada yang berumur 60 tahun juga menjadi hafizh qur’an. Itulah karunia Tuhan SWT.

    3.       Untuk menghafalkan qur’an haruslah seseorang diberi motivasi bahwa Al Qur’an itu mudah untuk dihafal. Motivasi semacam ini akan membuat anak kecil atau yang lainnya semakin terdorong untuk menghafalkan qur’an.

    Allah Ta’ala berfirman:

    وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

    “Dan sebenarnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar: 17).

    Sekian Dulu Post Kali ini semoga Kita dapat mengambil manfaat dalam dongeng faktual diatas bantu-membantu sehingga kita termaksud Hambah Tuhan yang Bertakwa Amin.



    Asslamualaikum Wr. Wb. Semoga Kita Diberikan Kesehatan Selalu Terutama Sobat KAI pada Kali ini kita akan membahas Mengenai Hikmah Puasa Ramadhan. Sebagian pesan tersirat puasa bisa dilihat dalam firman Yang Mahakuasa yang artinya: "Agar kalian bertakwa".

    Takwa yaitu buah yang dibutuhkan dan dihasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan perisai baginya biar tidak terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata perihal pengaruh takwa bagi kehidupan seorang muslim; “Dengan bertakwa, para kekasih Yang Mahakuasa akan terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Yang Mahakuasa sehingga senantiasa terjaga dari perbuatan dosa, pada malam hari mengisi waktu dengan aktivitas beribadah, lebih suka menahan kesusahan daripada mencari hiburan, rela mencicipi lapar dan haus, merasa erat dengan kematian sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan". Takwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan.

    Puasa menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, korelasi kelamin, dan sebagainya) sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.

    Ramadhan bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan jawaban pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Yang Mahakuasa telah menurunkan kitab suci Al-Quranulkarim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh insan dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.

    Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat Sombong, rakus, tidak Jujur dan sebagainya.

    Meskipun makanan dan minuman, kita menahan diri untuk tidak makan dan minum dari sejak fajar hingga terbenamnya matahari, alasannya yaitu mematuhi perintah Allah. Begitu juga isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya saat masa berpuasa demi mematuhi perintah Yang Mahakuasa SWT.

    Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman" dan diakhiri dengan: "Mudah-mudahan kau menjadi orang yang bertakwa". Makara jelaslah bagi kita bahwa puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Untuk menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Yang Mahakuasa kita diberi kesempatan selama bulan Ramadhan: melatih diri dari menahan hawa nafsu, makan dan minum, mencampuri isteri, menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia ibarat berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan umat, dan banyak sekali perbuatan jahat lainnya.
    Rasullah SAW bersabda: "Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong kosong dan kata-kata kotor."
    (HR. Ibnu Khuzaimah).

    Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, alasannya yaitu puasa itu bukan saja dapat membersihkan rohani manusia, tapi juga akan membersihkan jasmani insan itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak pernah istirahat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat mengistirahatkan alat pencernaan lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh alasannya yaitu itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan efektif.

     Perlu diingat, ibadah puasa Ramadhan akan membawa Manfaat bagi kesehatan rohani dan jasmani kita apabila dilaksanakan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, kalau tidak, maka alhasil tidak seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia belaka.

     Allah SWT berfirman "Makan dan minumlah kau dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Yang Mahakuasa tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." 
    (QS. Al-A'raf:31)

     Nabi SAW juga bersabda 
    "Kita ini yaitu kaum yang makan apabila mencicipi lapar, dan makan dengan secukupnya (tidak kenyang)."

     Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi sesuai keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa mudarat kepada kesehatan kita. Bisa menyebabkan tubuh menjadi gemuk, efek lainnya yaitu menimbulkan sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan banyak sekali penyakit lainnya. Dengan demikian maka puasa bisa dijadikan sebagai media diet yang paling ampuh dan praktis.

    Puasa tidak diwajibkan sepanjang tahun, juga tidak dalam waktu yang sebentar melainkan pada hari-hari yang terbatas, yaitu hari-hari bulan Ramadan, dari mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Karena, kalau puasa diwajibkan secara terus menerus sepanjang tahun atau sehari semalam tanpa henti, tentu akan memberatkan. Begitu juga kalau hanya untuk waktu separuh hari, tentu tak akan memiliki pengaruh apa-apa, akan tetapi puasa diwajibkan untuk waktu sepanjang hari mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, dan dalam hari-hari yang telah ditentukan.

    Selain keringanan dalam duduk perkara waktu, Yang Mahakuasa juga menerangkan kasih sayang-Nya kepada hamba dengan menunjukkan keringanan-keringanan yang lain, di antaranya kepada: orang sakit (yang membahayakan dirinya kalau berpuasa) dan orang yang menempuh perjalanan jauh (yang memberatkan dirinya kalau melakukan puasa) diperbolehkan untuk berbuka dan menggantinya pada hari yang lain, sesuai dengan jumlah puasa yang ia tinggalkan.

    Yang Mahakuasa telah menegaskan kepada manusia, keutamaan puasa di bulan suci Ramadhan sebagai bulan keberkahan, dimana Yang Mahakuasa menunjukkan nikmat sekaligus mukjizat yang begitu agung kepada hamba-Nya berupa turunnya Al-Qur'an.

     Ayat-ayat Al-Qur'an juga menjelaskan betapa Tuhan begitu erat dengan hambanya, Ia selalu menjawab do'a mereka di mana dan kapan pun mereka berada, tidak ada pemisah antara keduanya. Maka sudah selayaknya bagi seorang muslim, untuk selalu berdo'a, memohon ampunan kepada Tuhannya, beribadah dengan tulus-ikhlas, beriman, dan tidak menyekutukan-Nya, dengan keinginan Yang Mahakuasa akan mengabulkan semua do'a dan permintaannya.

    Diriwayatkan bahwa sekumpulan orang pedalaman bertanya kepada Nabi Muhammad Saw : "Wahai Muhammad! Apakah Tuhan kita dekat, sehingga kami bermunajat (mengadu dan berdoa dalam kelirihan) kepada-Nya, ataukah Ia jauh sehingga kami menyeru (mengadu dan berdoa dengan bunyi lantang) kepada-Nya?"Maka turunlah ayat:
    "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu perihal Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku yaitu dekat. 
    (QS. Al-Baqarah/2: 186)

     Diantara pesan tersirat puasa yang dapat dicatat juga yaitu sebagai wijaa, perisai atau pelindung:
     Rasulullah SAW menyuruh orang yang berpengaruh "syahwatnya" dan belum bisa untuk menikah biar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa (memutuskan syahwat jiwa) bagi syahwat ini, alasannya yaitu puasa keberadaan dan subtansialnya yaitu menahan dan menenangkan dorongan kuatnya anggota tubuh hingga bisa terkontrol serta seluruh kekuatan (dorongan dari dalam) hingga bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa. Telah terang bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga anggota tubuh yang nyata/dhahir dan kekuatan bathin. Oleh alasannya yaitu itu Rasulullah SAW bersabda "Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah bisa ba'ah (mampu menikah dengan banyak sekali persiapannya) hendaklah menikah, alasannya yaitu menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum bisa menikah, hendaklah puasa alasannya yaitu puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya". (HR. Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud).

    Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi (seperti menahan syahwat dsb), dan neraka diliputi dengan syahwat. Jika telah terang demikian, sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang berpuasa dari neraka. Oleh alasannya yaitu itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa yaitu benteng dari neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang darinya.

     Rasulullah Saw Bersabda: "Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Yang Mahakuasa kecuali akan Yang Mahakuasa jauhkan ia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim". 
    (HR. Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry. Ada redaksi lain yaitu telah bersabda Rasulullah SAW : "tujuh puluh musim", yakni : perjalanan tujuh puluh tahun, demikian dijelaskan dalam kitab Fathul Bari 6/48).

     Rasulullah SAW bersabda "Puasa yaitu perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka" 
    (HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dari Utsman bin Abil 'Ash. Ini yaitu hadits shahih).

     Dan Rasulullah Saw bersabda "Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Yang Mahakuasa maka di antara ia dan neraka ada parit yang luasnya ibarat antara langit dengan bumi".

     Sebagian ulama telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan perihal keutamaan puasa saat jihad dan berperang di jalan Allah. Namun dhahir/redaksi hadits ini mencakup semua puasa kalau dilakukan dengan lapang dada alasannya yaitu mengharapkan ridha Yang Mahakuasa SWT, ini sesuai dengan apa yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam termasuk puasa di jalan Yang Mahakuasa (seperti yang disebutkan dalam hadits ini).

    "Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kau puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kau menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)
    Itulah Sobat KAI sedikit Pembahasan mengenai Hikmah Puasa Ramadhan yang telah saya Rangkum dengan sebaik"nya, semoga bisa memiliki kegunaan dan bermanfaat untuk kita. Sekian dan terimakasih Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Informasi Baru Islam Hikmah Puasa Ramadhan

    Posted at  19.16  |  in  lainnya  |  Read More»



    Asslamualaikum Wr. Wb. Semoga Kita Diberikan Kesehatan Selalu Terutama Sobat KAI pada Kali ini kita akan membahas Mengenai Hikmah Puasa Ramadhan. Sebagian pesan tersirat puasa bisa dilihat dalam firman Yang Mahakuasa yang artinya: "Agar kalian bertakwa".

    Takwa yaitu buah yang dibutuhkan dan dihasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan perisai baginya biar tidak terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata perihal pengaruh takwa bagi kehidupan seorang muslim; “Dengan bertakwa, para kekasih Yang Mahakuasa akan terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Yang Mahakuasa sehingga senantiasa terjaga dari perbuatan dosa, pada malam hari mengisi waktu dengan aktivitas beribadah, lebih suka menahan kesusahan daripada mencari hiburan, rela mencicipi lapar dan haus, merasa erat dengan kematian sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan". Takwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan.

    Puasa menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, korelasi kelamin, dan sebagainya) sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.

    Ramadhan bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan jawaban pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Yang Mahakuasa telah menurunkan kitab suci Al-Quranulkarim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh insan dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.

    Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat Sombong, rakus, tidak Jujur dan sebagainya.

    Meskipun makanan dan minuman, kita menahan diri untuk tidak makan dan minum dari sejak fajar hingga terbenamnya matahari, alasannya yaitu mematuhi perintah Allah. Begitu juga isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya saat masa berpuasa demi mematuhi perintah Yang Mahakuasa SWT.

    Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman" dan diakhiri dengan: "Mudah-mudahan kau menjadi orang yang bertakwa". Makara jelaslah bagi kita bahwa puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Untuk menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Yang Mahakuasa kita diberi kesempatan selama bulan Ramadhan: melatih diri dari menahan hawa nafsu, makan dan minum, mencampuri isteri, menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia ibarat berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan umat, dan banyak sekali perbuatan jahat lainnya.
    Rasullah SAW bersabda: "Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong kosong dan kata-kata kotor."
    (HR. Ibnu Khuzaimah).

    Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, alasannya yaitu puasa itu bukan saja dapat membersihkan rohani manusia, tapi juga akan membersihkan jasmani insan itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak pernah istirahat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat mengistirahatkan alat pencernaan lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh alasannya yaitu itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan efektif.

     Perlu diingat, ibadah puasa Ramadhan akan membawa Manfaat bagi kesehatan rohani dan jasmani kita apabila dilaksanakan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, kalau tidak, maka alhasil tidak seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia belaka.

     Allah SWT berfirman "Makan dan minumlah kau dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Yang Mahakuasa tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." 
    (QS. Al-A'raf:31)

     Nabi SAW juga bersabda 
    "Kita ini yaitu kaum yang makan apabila mencicipi lapar, dan makan dengan secukupnya (tidak kenyang)."

     Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi sesuai keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa mudarat kepada kesehatan kita. Bisa menyebabkan tubuh menjadi gemuk, efek lainnya yaitu menimbulkan sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan banyak sekali penyakit lainnya. Dengan demikian maka puasa bisa dijadikan sebagai media diet yang paling ampuh dan praktis.

    Puasa tidak diwajibkan sepanjang tahun, juga tidak dalam waktu yang sebentar melainkan pada hari-hari yang terbatas, yaitu hari-hari bulan Ramadan, dari mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Karena, kalau puasa diwajibkan secara terus menerus sepanjang tahun atau sehari semalam tanpa henti, tentu akan memberatkan. Begitu juga kalau hanya untuk waktu separuh hari, tentu tak akan memiliki pengaruh apa-apa, akan tetapi puasa diwajibkan untuk waktu sepanjang hari mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, dan dalam hari-hari yang telah ditentukan.

    Selain keringanan dalam duduk perkara waktu, Yang Mahakuasa juga menerangkan kasih sayang-Nya kepada hamba dengan menunjukkan keringanan-keringanan yang lain, di antaranya kepada: orang sakit (yang membahayakan dirinya kalau berpuasa) dan orang yang menempuh perjalanan jauh (yang memberatkan dirinya kalau melakukan puasa) diperbolehkan untuk berbuka dan menggantinya pada hari yang lain, sesuai dengan jumlah puasa yang ia tinggalkan.

    Yang Mahakuasa telah menegaskan kepada manusia, keutamaan puasa di bulan suci Ramadhan sebagai bulan keberkahan, dimana Yang Mahakuasa menunjukkan nikmat sekaligus mukjizat yang begitu agung kepada hamba-Nya berupa turunnya Al-Qur'an.

     Ayat-ayat Al-Qur'an juga menjelaskan betapa Tuhan begitu erat dengan hambanya, Ia selalu menjawab do'a mereka di mana dan kapan pun mereka berada, tidak ada pemisah antara keduanya. Maka sudah selayaknya bagi seorang muslim, untuk selalu berdo'a, memohon ampunan kepada Tuhannya, beribadah dengan tulus-ikhlas, beriman, dan tidak menyekutukan-Nya, dengan keinginan Yang Mahakuasa akan mengabulkan semua do'a dan permintaannya.

    Diriwayatkan bahwa sekumpulan orang pedalaman bertanya kepada Nabi Muhammad Saw : "Wahai Muhammad! Apakah Tuhan kita dekat, sehingga kami bermunajat (mengadu dan berdoa dalam kelirihan) kepada-Nya, ataukah Ia jauh sehingga kami menyeru (mengadu dan berdoa dengan bunyi lantang) kepada-Nya?"Maka turunlah ayat:
    "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu perihal Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku yaitu dekat. 
    (QS. Al-Baqarah/2: 186)

     Diantara pesan tersirat puasa yang dapat dicatat juga yaitu sebagai wijaa, perisai atau pelindung:
     Rasulullah SAW menyuruh orang yang berpengaruh "syahwatnya" dan belum bisa untuk menikah biar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa (memutuskan syahwat jiwa) bagi syahwat ini, alasannya yaitu puasa keberadaan dan subtansialnya yaitu menahan dan menenangkan dorongan kuatnya anggota tubuh hingga bisa terkontrol serta seluruh kekuatan (dorongan dari dalam) hingga bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa. Telah terang bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga anggota tubuh yang nyata/dhahir dan kekuatan bathin. Oleh alasannya yaitu itu Rasulullah SAW bersabda "Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah bisa ba'ah (mampu menikah dengan banyak sekali persiapannya) hendaklah menikah, alasannya yaitu menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum bisa menikah, hendaklah puasa alasannya yaitu puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya". (HR. Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud).

    Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi (seperti menahan syahwat dsb), dan neraka diliputi dengan syahwat. Jika telah terang demikian, sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang berpuasa dari neraka. Oleh alasannya yaitu itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa yaitu benteng dari neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang darinya.

     Rasulullah Saw Bersabda: "Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Yang Mahakuasa kecuali akan Yang Mahakuasa jauhkan ia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim". 
    (HR. Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry. Ada redaksi lain yaitu telah bersabda Rasulullah SAW : "tujuh puluh musim", yakni : perjalanan tujuh puluh tahun, demikian dijelaskan dalam kitab Fathul Bari 6/48).

     Rasulullah SAW bersabda "Puasa yaitu perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka" 
    (HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dari Utsman bin Abil 'Ash. Ini yaitu hadits shahih).

     Dan Rasulullah Saw bersabda "Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Yang Mahakuasa maka di antara ia dan neraka ada parit yang luasnya ibarat antara langit dengan bumi".

     Sebagian ulama telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan perihal keutamaan puasa saat jihad dan berperang di jalan Allah. Namun dhahir/redaksi hadits ini mencakup semua puasa kalau dilakukan dengan lapang dada alasannya yaitu mengharapkan ridha Yang Mahakuasa SWT, ini sesuai dengan apa yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam termasuk puasa di jalan Yang Mahakuasa (seperti yang disebutkan dalam hadits ini).

    "Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kau puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kau menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)
    Itulah Sobat KAI sedikit Pembahasan mengenai Hikmah Puasa Ramadhan yang telah saya Rangkum dengan sebaik"nya, semoga bisa memiliki kegunaan dan bermanfaat untuk kita. Sekian dan terimakasih Wassalamualaikum Wr. Wb.



    Hai Sobat KAI Kembali Membahas Arti Islam, layaknya sebuah bangunan. Ia dibangun di atas pondasi, diperkokoh dengan tiang dan dilindungi oleh atap. Pondasi Islam ialah rukun Iman dalam tataran keyakinan atau pekerjaan hati.
    Sedangkan tiang dan dindingnya ialah rukun Islam. Atapnya ialah sikap Ihsan, yaitu tahap keikhlasan dalam menunaikan rukun Iman dan Islam alasannya ialah merasa diri selalu dipantau oleh Zat Yang Maha Melihat, Yang Mahakuasa SWT.

    Sebagai tiang bangunan, rukun Islam memegang peranan penting untuk menentukan kokoh atau tidaknya sebuah bangunan. Jika bangunan itu kokoh, maka segala kegiatan yang dijalankan di dalamnya pun akan berjalan optimal.

    Jadi, rukun Islam hanyalah kerangka atau wadah bagi muslim untuk melakukan hukum-hukum Islam lainnya mirip perintah menutup aurat, berbuat baik kepada orang tua, dan lain sebagainya. Menunaikan rukun Islam saja tidak cukup untuk menjadi muslim kaffaah (totalitas).

    Rukun Islam dibangun atas lima pilar, yaitu:
       1.)   Syahadatain, mengucapkan dua kalimat syahadat
       2.)   Shalat lima waktu
       3.)    Menunaikan zakat
       4.)   Melaksanakan shaum di bulan Ramadhan
       5.)    Menunaikan haji

    Rasulullah Saw Bersabda : "Sesungguhnya Islam itu dibangun atas lima perkara: bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Yang Mahakuasa dan Muhammad ialah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan puasa di buIan Ramadhan."
     (HR. Bukhari Muslim).

    Syahadatain
    Kemusliman seseorang dibuktikan dengan ucapan :
    "Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullaah"
    Artinya : "Aku bersaksi bahwa tiada yang kuasa selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad ialah utusan Allah."

    Ucapan tersebut harus dilandasi iman, ilmu dan amal dalam Islam. Sebagai konsekuensi dari ucapan tersebut, ia harus mengingkari sesembahan lain selain Yang Mahakuasa dan hanya mengabdi kepada-Nya. Ia pun akan mengikuti perintah Rasulullah Muhammad Saw. sebagai wujud ketaatan dan kecintaan kepada Yang Mahakuasa Swt.

    Menunaikan Shalat
    Shalat ialah media hamba dengan Rabb-Nya. Dalam sehari, ada lima waktu wajib yang ditetapkan Yang Mahakuasa untuk berdialog dengan-Nya dalam shalat. Jika shalatnya terpelihara, maka dirinya pun akan dijaga oleh Yang Mahakuasa Swt. Secara otomatis, ia akan menunaikan nilai-nilai Islam serta menjauhkan diri dari maksiat dalam kehidupan sehari-harinya.

    Menunaikan Zakat
    Perintah zakat dalam Islam, akan melatih kepekaan sosial seorang muslim terhadap orang lain, dengan memberi apa yang menjadi hak mereka. Ya, di dalam harta seorang muslim, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan.

    Perintah zakat ini secara tidak pribadi menyuruh muslim untuk berniaga dan berpenghasilan. Dengan demikian, ia mampu melakukan perintah zakat dengan hartanya.

    Melaksanakan Puasa di Bulan Ramadhan
    Puasa ialah perintah Yang Mahakuasa kepada ummat-Nya, untuk menahan diri dari lapar dan dahaga. Dimulai semenjak sebelum shubuh sampai magrib.

    Namun pada hakikatnya, Puasa ialah menahan diri dari gejolak nafsu duniawi. Inilah aliran Islam yang akan memupuk kepribadian seorang muslim sejati supaya mampu mengendalikan hawa nafsunya.

    Menunaikan Haji
    Seluruh ummat Islam dari banyak sekali penjuru dunia, banyak sekali suku, bangsa dan agama dipersatukan di Baitullah. Haji, yaitu berkunjung ke Ka´bah ini cukup dilakukan sekali seumur hidup.

    Tentu saja bukan kunjungan biasa. Islam mengatur tata cara menunaikan haji yang baik dan benar supaya menjadi haji mabrur dan memperoleh pahala dari Yang Mahakuasa Swt.

    Ajaran agama Islam ialah aliran yang kafaah (menyeluruh) dan syamil (melengkapi). Sesuai dengan hakikat agama Islam, yang bermakna harfiah bahwa Islam diambil dari kata ‘Salam’ yang artinya ialah ‘Selamat’. Makna dari kata Salam atau Selamat tadi – bahwa sesungguhnya aliran agama Islam ialah mengajak pemeluknya untuk hidup selamat dunia dan akhirat.

    Pengertian dan Makna Islam
    Islam berasal dari kata ‘Salam’ atau ‘Salamah’ yang bermakna selamat. Inti pengertian selamat tersebut ialah fokus aliran agama Islam ialah mengajak umat Muhammad dan pemeluk agama Islam untuk selalu mentaati aliran Islam, mengikuti tuntunan serta menjauhi semua yang dilarang, sehingga diharapkan dapat hidup selamat sebagai konsistensinya.

    Konsistensi dari hidup selamat tersebut dinyatakan dengan pahala, dan konsistensi dari pelanggaran yang dilakukan disebut dengan dosa.

    Manifestasi Islam dalam Kehidupan
    Apabila digambarkan sebagai perjalanan, maka Anda pasti mengetahui bahwa dalam setiap pemberangkatan penumpang atau cargo; akan diharapkan sebuah manifest sebagai petunjuk yang menunjukkan dan menjelaskan isi, nama, jumlah dan kondisi penumpang atau barang yang diangkut.

    Islam tidak berbeda jauh dengan gambaran tersebut. Dalam kehidupan; Islam bertujuan memanifestkan semua perjalanan tersebut. ManifestasiIslam dinyatakan dengan sebuah petunjuk bagi umat Islam dan pemeluk ajarannya; berupa kitab suci yang diturunkan kepada umat Islam melalui Rasulullah Muhammad SAW berjulukan Al-Qur’anul Karim.

    Berdasarkan hal tersebut maka Al-Qur’anul Karim dapat dianggap sebagaimanifest bagi sebuah perjalanan besar makhluk yang diciptakan Yang Mahakuasa SWT – terutama manusia. Al-Qur’anul Karim berfungsi dua, yakni: Sebagai pembawa kabar besar hati dan pemberi gosip peringatan.

    Penjelasannya ialah sebagai berikut :
        Al-Qur’anul Karim sebagai Pembawa Kabar Gembira. Maksudnya, Al-Qur’anul Karim memuat firman Yang Mahakuasa SWT (kalam Illahi); membawa kabar besar hati mirip : hidup mulia kalau mengikuti aliran Islam, memperoleh ridho Yang Mahakuasa kalau berbuat ikhlas, menerima tiga kebahagiaan ketika menjalankan shaum (puasa) di bulan Ramadhan, masuk ke dalam jannah (surga) milik Yang Mahakuasa SWT bagi mereka yang bertakwa dan sebagainya.

        Al-Qur’anul Karim sebagai Pemberi Berita Peringatan. Maksudnya ialah bahwa Al-Qur’anul Karim juga memberi contoh-contoh perilaku yang melanggar larangan, teladan sikap dan sifat orang-orang munafik, dongeng inspiratif sahabat-sahabat di jaman Rasulullah SAW, serta kisah-kisah orang yang berkhianat pada jaman Nabi dan Rasul hidup di masanya, serta petunjuk dan tanda-tanda para penghuni nar (neraka) milik Yang Mahakuasa SWT.


    Lima Pilar Ajaran Islam


    Apabila diibaratkan sebagai suatu bangunan kokoh, maka Islam berdiri di atas sebuah pondasi kokoh berupa lima pilar utama yang disebut dengan Rukun Islam. Rukun Islam ada lima, yakni: Syahadat, Shalat, Shaum (puasa), Zakat dan Haji.

    Secara garis besar dapat dijabarkan sebagai berikut :

        Syahadat. Syahadat atau syahadatain ialah bermakna persaksian. Maksudnya ialah persaksian antara insan dengan Rabb pencipta yakni Yang Mahakuasa SWT di alam ruh – yakni ketika insan berusia empat bulan dalam rahim ibu.

        Syahadat terbagi dua, yakni syahadat Yang Mahakuasa dan syahadat Rasulullah. Maksudnya ialah bersaksi bahwa Yang Mahakuasa SWT ialah satu-satunyaRabb (Tuhan) manusia; disebut dengan Syahadat Allah. Dan bahwa Rasulullah Muhammad SAW sebagai utusan Yang Mahakuasa SWT, disebut dengan Syahadat Rasulullah.

        Shalat. Shalat ialah perintah yang agung; diturunkan Yang Mahakuasa SWT kepada insan melalui Rasulullah Muhammad SAW. Dengan melampui perjalanan yang berat dan sakral. Yakni perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dalam satu malam – yang sesungguhnya melampaui batas nalar sehat manusia. Terlebih lagi dengan diangkatnya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha atau lapisan langit yang ketujuh. Di sanalah perintah Shalat diberikan.

        Shaum. Shaum memiliki arti maknawi berpuasa. Maksudnya ialah menahan diri dari rasa haus dan lapar dalam waktu sebulan, yakni waktu yang ditentukan pada bulan Ramadhan. Dan maknaharfiyahnya sesungguhnya bukan hanya menahan nafsu haus dan lapar namun hakikatnya juga menahan diri dari hawa nafsu dan amarah, yang sebetulnya berasal dari diri sendiri.

        Zakat. Zakat pada hakikatnya ialah membersihkan harta benda yang Anda miliki. Meski secara zhahir beramal berarti mengeluarkan sebagian harta benda Anda sebesar 2.5%; namun sesungguhnya harta Anda tidak hilang namun justru bertambah di mata Yang Mahakuasa SWT. Namun dengan syarat Anda beramal dengan keimanan dan keikhlasan.

        Haji. Menunaikan ibadah Haji ialah mirip menunaikan ibadah yang lengkap antara paduan ibadah hati, ibadah harta serta ibadah fisik. Namun Anda yang tulus menjalaninya akan memperoleh Haji yang mabrur di mata Yang Mahakuasa SWT.

    Sekian Dulu Sobat KAI posting Kali Mengenai Arti Islam Semoga Bermanfaat Untuk kita Wasslamualaikum Wr. Wb.

    Informasi Baru Islam Arti Islam

    Posted at  19.16  |  in  lainnya  |  Read More»



    Hai Sobat KAI Kembali Membahas Arti Islam, layaknya sebuah bangunan. Ia dibangun di atas pondasi, diperkokoh dengan tiang dan dilindungi oleh atap. Pondasi Islam ialah rukun Iman dalam tataran keyakinan atau pekerjaan hati.
    Sedangkan tiang dan dindingnya ialah rukun Islam. Atapnya ialah sikap Ihsan, yaitu tahap keikhlasan dalam menunaikan rukun Iman dan Islam alasannya ialah merasa diri selalu dipantau oleh Zat Yang Maha Melihat, Yang Mahakuasa SWT.

    Sebagai tiang bangunan, rukun Islam memegang peranan penting untuk menentukan kokoh atau tidaknya sebuah bangunan. Jika bangunan itu kokoh, maka segala kegiatan yang dijalankan di dalamnya pun akan berjalan optimal.

    Jadi, rukun Islam hanyalah kerangka atau wadah bagi muslim untuk melakukan hukum-hukum Islam lainnya mirip perintah menutup aurat, berbuat baik kepada orang tua, dan lain sebagainya. Menunaikan rukun Islam saja tidak cukup untuk menjadi muslim kaffaah (totalitas).

    Rukun Islam dibangun atas lima pilar, yaitu:
       1.)   Syahadatain, mengucapkan dua kalimat syahadat
       2.)   Shalat lima waktu
       3.)    Menunaikan zakat
       4.)   Melaksanakan shaum di bulan Ramadhan
       5.)    Menunaikan haji

    Rasulullah Saw Bersabda : "Sesungguhnya Islam itu dibangun atas lima perkara: bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Yang Mahakuasa dan Muhammad ialah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan puasa di buIan Ramadhan."
     (HR. Bukhari Muslim).

    Syahadatain
    Kemusliman seseorang dibuktikan dengan ucapan :
    "Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullaah"
    Artinya : "Aku bersaksi bahwa tiada yang kuasa selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad ialah utusan Allah."

    Ucapan tersebut harus dilandasi iman, ilmu dan amal dalam Islam. Sebagai konsekuensi dari ucapan tersebut, ia harus mengingkari sesembahan lain selain Yang Mahakuasa dan hanya mengabdi kepada-Nya. Ia pun akan mengikuti perintah Rasulullah Muhammad Saw. sebagai wujud ketaatan dan kecintaan kepada Yang Mahakuasa Swt.

    Menunaikan Shalat
    Shalat ialah media hamba dengan Rabb-Nya. Dalam sehari, ada lima waktu wajib yang ditetapkan Yang Mahakuasa untuk berdialog dengan-Nya dalam shalat. Jika shalatnya terpelihara, maka dirinya pun akan dijaga oleh Yang Mahakuasa Swt. Secara otomatis, ia akan menunaikan nilai-nilai Islam serta menjauhkan diri dari maksiat dalam kehidupan sehari-harinya.

    Menunaikan Zakat
    Perintah zakat dalam Islam, akan melatih kepekaan sosial seorang muslim terhadap orang lain, dengan memberi apa yang menjadi hak mereka. Ya, di dalam harta seorang muslim, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan.

    Perintah zakat ini secara tidak pribadi menyuruh muslim untuk berniaga dan berpenghasilan. Dengan demikian, ia mampu melakukan perintah zakat dengan hartanya.

    Melaksanakan Puasa di Bulan Ramadhan
    Puasa ialah perintah Yang Mahakuasa kepada ummat-Nya, untuk menahan diri dari lapar dan dahaga. Dimulai semenjak sebelum shubuh sampai magrib.

    Namun pada hakikatnya, Puasa ialah menahan diri dari gejolak nafsu duniawi. Inilah aliran Islam yang akan memupuk kepribadian seorang muslim sejati supaya mampu mengendalikan hawa nafsunya.

    Menunaikan Haji
    Seluruh ummat Islam dari banyak sekali penjuru dunia, banyak sekali suku, bangsa dan agama dipersatukan di Baitullah. Haji, yaitu berkunjung ke Ka´bah ini cukup dilakukan sekali seumur hidup.

    Tentu saja bukan kunjungan biasa. Islam mengatur tata cara menunaikan haji yang baik dan benar supaya menjadi haji mabrur dan memperoleh pahala dari Yang Mahakuasa Swt.

    Ajaran agama Islam ialah aliran yang kafaah (menyeluruh) dan syamil (melengkapi). Sesuai dengan hakikat agama Islam, yang bermakna harfiah bahwa Islam diambil dari kata ‘Salam’ yang artinya ialah ‘Selamat’. Makna dari kata Salam atau Selamat tadi – bahwa sesungguhnya aliran agama Islam ialah mengajak pemeluknya untuk hidup selamat dunia dan akhirat.

    Pengertian dan Makna Islam
    Islam berasal dari kata ‘Salam’ atau ‘Salamah’ yang bermakna selamat. Inti pengertian selamat tersebut ialah fokus aliran agama Islam ialah mengajak umat Muhammad dan pemeluk agama Islam untuk selalu mentaati aliran Islam, mengikuti tuntunan serta menjauhi semua yang dilarang, sehingga diharapkan dapat hidup selamat sebagai konsistensinya.

    Konsistensi dari hidup selamat tersebut dinyatakan dengan pahala, dan konsistensi dari pelanggaran yang dilakukan disebut dengan dosa.

    Manifestasi Islam dalam Kehidupan
    Apabila digambarkan sebagai perjalanan, maka Anda pasti mengetahui bahwa dalam setiap pemberangkatan penumpang atau cargo; akan diharapkan sebuah manifest sebagai petunjuk yang menunjukkan dan menjelaskan isi, nama, jumlah dan kondisi penumpang atau barang yang diangkut.

    Islam tidak berbeda jauh dengan gambaran tersebut. Dalam kehidupan; Islam bertujuan memanifestkan semua perjalanan tersebut. ManifestasiIslam dinyatakan dengan sebuah petunjuk bagi umat Islam dan pemeluk ajarannya; berupa kitab suci yang diturunkan kepada umat Islam melalui Rasulullah Muhammad SAW berjulukan Al-Qur’anul Karim.

    Berdasarkan hal tersebut maka Al-Qur’anul Karim dapat dianggap sebagaimanifest bagi sebuah perjalanan besar makhluk yang diciptakan Yang Mahakuasa SWT – terutama manusia. Al-Qur’anul Karim berfungsi dua, yakni: Sebagai pembawa kabar besar hati dan pemberi gosip peringatan.

    Penjelasannya ialah sebagai berikut :
        Al-Qur’anul Karim sebagai Pembawa Kabar Gembira. Maksudnya, Al-Qur’anul Karim memuat firman Yang Mahakuasa SWT (kalam Illahi); membawa kabar besar hati mirip : hidup mulia kalau mengikuti aliran Islam, memperoleh ridho Yang Mahakuasa kalau berbuat ikhlas, menerima tiga kebahagiaan ketika menjalankan shaum (puasa) di bulan Ramadhan, masuk ke dalam jannah (surga) milik Yang Mahakuasa SWT bagi mereka yang bertakwa dan sebagainya.

        Al-Qur’anul Karim sebagai Pemberi Berita Peringatan. Maksudnya ialah bahwa Al-Qur’anul Karim juga memberi contoh-contoh perilaku yang melanggar larangan, teladan sikap dan sifat orang-orang munafik, dongeng inspiratif sahabat-sahabat di jaman Rasulullah SAW, serta kisah-kisah orang yang berkhianat pada jaman Nabi dan Rasul hidup di masanya, serta petunjuk dan tanda-tanda para penghuni nar (neraka) milik Yang Mahakuasa SWT.


    Lima Pilar Ajaran Islam


    Apabila diibaratkan sebagai suatu bangunan kokoh, maka Islam berdiri di atas sebuah pondasi kokoh berupa lima pilar utama yang disebut dengan Rukun Islam. Rukun Islam ada lima, yakni: Syahadat, Shalat, Shaum (puasa), Zakat dan Haji.

    Secara garis besar dapat dijabarkan sebagai berikut :

        Syahadat. Syahadat atau syahadatain ialah bermakna persaksian. Maksudnya ialah persaksian antara insan dengan Rabb pencipta yakni Yang Mahakuasa SWT di alam ruh – yakni ketika insan berusia empat bulan dalam rahim ibu.

        Syahadat terbagi dua, yakni syahadat Yang Mahakuasa dan syahadat Rasulullah. Maksudnya ialah bersaksi bahwa Yang Mahakuasa SWT ialah satu-satunyaRabb (Tuhan) manusia; disebut dengan Syahadat Allah. Dan bahwa Rasulullah Muhammad SAW sebagai utusan Yang Mahakuasa SWT, disebut dengan Syahadat Rasulullah.

        Shalat. Shalat ialah perintah yang agung; diturunkan Yang Mahakuasa SWT kepada insan melalui Rasulullah Muhammad SAW. Dengan melampui perjalanan yang berat dan sakral. Yakni perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dalam satu malam – yang sesungguhnya melampaui batas nalar sehat manusia. Terlebih lagi dengan diangkatnya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha atau lapisan langit yang ketujuh. Di sanalah perintah Shalat diberikan.

        Shaum. Shaum memiliki arti maknawi berpuasa. Maksudnya ialah menahan diri dari rasa haus dan lapar dalam waktu sebulan, yakni waktu yang ditentukan pada bulan Ramadhan. Dan maknaharfiyahnya sesungguhnya bukan hanya menahan nafsu haus dan lapar namun hakikatnya juga menahan diri dari hawa nafsu dan amarah, yang sebetulnya berasal dari diri sendiri.

        Zakat. Zakat pada hakikatnya ialah membersihkan harta benda yang Anda miliki. Meski secara zhahir beramal berarti mengeluarkan sebagian harta benda Anda sebesar 2.5%; namun sesungguhnya harta Anda tidak hilang namun justru bertambah di mata Yang Mahakuasa SWT. Namun dengan syarat Anda beramal dengan keimanan dan keikhlasan.

        Haji. Menunaikan ibadah Haji ialah mirip menunaikan ibadah yang lengkap antara paduan ibadah hati, ibadah harta serta ibadah fisik. Namun Anda yang tulus menjalaninya akan memperoleh Haji yang mabrur di mata Yang Mahakuasa SWT.

    Sekian Dulu Sobat KAI posting Kali Mengenai Arti Islam Semoga Bermanfaat Untuk kita Wasslamualaikum Wr. Wb.



    Asslamaualaikum Wr. Wb. Apakabar Sobat KAI Semoga Kita Masih diberikan Kesehatan Selalu Oleh Tuhan SWT, Pada kesempatan kali ini Kita akan membahas mengenai Pengertian Puasa mungkin tidak Asing lagi ditelinga Sobat KAi Tentang  Pertian puasa bagi umat muslim di seluruh dunia, merupakan adegan integral dari sikap penyerahan diri sebagai makhluk di hadapan pencipta, Al-Khaliq. Kapan dilaksanakan, apa yang menjadi dorongan, dan bagaimana cara melaksanakan puasa akan menentukan apakah puasa tersebut bernilai sebagai ibadah wajib, sunah, makruh, atau bahkan bisa menjadi perbuatan yang haram.

    Pengertian Puasa
    Pengertian puasa dalam kaidah bahasa bisa diartikan sebagai menahan. Menahan di sini, yaitu menahan dari hal-hal yang masuk ke dalam lisan dalam bentuk makanan dan minuman, bahkan juga diartikan menahan dari perbuatan dan bicara.

    Dalam petikan surat Maryam ayat 26 dijelaskan bahwa, ”Sesungguhnya saya telah Aku telah bernazar berpuasa demi Tuhan yang Maha Pemurah, sebetulnya Aku tidak akan berbicara dengan seorang insan pun pada hari ini."

    Sementara Pengertian puasa menurut secara syariah Islam disepakati para ulama, yaitu menahan dari apa pun yang membatalkan puasa, disertai niat untuk berpuasa dari terbit fajar hingga karam matahari (maghrib). Ada pula sebagian ulama yang mendefinisikan kata-kata ’membatalkan puasa’ itu sebagai perbuatan dua anggota badan, yaitu perut dan alat kelamin.

    Dalam selain agama Islam, dikenal pula acara puasa. Para pendeta, misalnya senantiasa melaksanakan puasa untuk menambah pahala, kaum Yahudi pun mengenal puasa bicara. Puasa bagi umat Buddha dan sebagian Yahudi merupakan adegan dari acara bertapa.

    Bagi umat muslim, salah satu pesan yang tersirat melaksanakan puasa ialah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Swt dan memperoleh derajat yang agung di hadapan Tuhan Swt berupa ketakwaan. Hal ini menyerupai dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya, ”Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kau berpuasa sebagaimana telah diwajibkannya atas orang-orang sebelum kamu, semoga kau bertakwa.”

    Selain puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, umat muslim mengenal puasa lain yang sifatnya sunah, menyerupai puasa Senin-Kamis, yakni puasa setiap hari Senin dan Kamis saja. Karena sifatnya puasa sunah, maka tidak ada kewajiban dan paksaan dalam pelaksanaannya.

    Di samping puasa Senin-Kamis dikenal pula puasa nazar, yaitu puasa atas karena atau tujuan tertentu yang diniatkan akan berpuasa apabila sebab-sebab itu terjadi. Misalnya, seseorang bernazar ”Saya akan puasa seminggu penuh kalau diterima jadi pegawai negeri sipil”. Setelah ia berhasil menjadi PNS, maka terkena hukum wajib untuk puasa seminggu penuh tersebut hingga kapan pun dan akan menjadi utang manakala belum dilaksanakan.

    Sebagian ulama berpendapat bahwa apabila seseorang tidak dapat melaksanakan puasa nazar, maka ia wajib memerdekakan budak sahaya atau kalau tidak ada, ia wajib memberi makan dan pakaian kepada sepuluh orang miskin.

    Puasa-puasa sunah lain di antaranya ialah puasa nisfu Sya’ban yang dilaksanakan pada awal atau pertengahan bulan Sya’ban, puasa pertengahan bulan, puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam, puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 bulan Haji untuk orang yang tidak sedang melaksanakan haji, atau puasa 6 hari di bulan Syawal sebagai puasa sunah penyempurna ibadah puasa Ramadhan.

    Puasa Bagi Kehidupan Manusia
    Kemampuan setiap orang dalam mengendalikan dirinya merupakan aspek penting dalam pergaulan insan untuk menuju tata kehidupan yang harmonis, penuh tenggang rasa, dan cinta kasih. Dengan argumen demikian, semakin terlihatlah bahwa arti puasa memiliki tugas penting dalam kehidupan manusia.

    Puasa bukanlah sekadar menahan rasa lapar dan haus atau sebuah tindakan yang seperti menawarkan sikap empati terhadap orang-orang yang sedang mengalami kelaparan, sehingga pada dikala waktu puasa berakhir, terkadang kita jadi sedikit berlebihan dalam hal makan dan minum.

    Selain itu, berlebihan juga untuk menawarkan bahwa berpuasa ialah suatu tindakan untuk menawarkan sikap empati kita kepada orang-orang yang kelaparan. Puasa kita memiliki batas tamat waktu dan kita punya makanan untuk mengakhiri puasa. Namun, puasa orang-orang yang sedang kelaparan tidak memiliki kejelasan akan batas tamat waktu. Begitu pula dengan persediaan makanan untuk mengakhirkan puasanya.

    Puasa bagi umat Islam ialah menahan diri dari makan dan minum, serta menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Waktunya dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Itu pun harus disertai niat dan syarat-syarat tertentu.

    Di dalam agama Islam, puasa ialah salah satu rukun Islam yang ketiga, yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Banyak jenis puasa yang ada di dalam anutan agama Islam, ada yang wajib dilaksanakan dan ada yang sunah untuk dilaksanakan. Salah satu puasa wajib bagi umat Islam ialah puasa Ramadhan.

    Puasa Ramadhan wajib dikerjakan oleh semua umat Islam, kecuali orang-orang yang dibolehkan untuk tidak berpuasa, tapi itu juga harus dibayar pada hari lain, selain bulan Ramadhan.

    Puasa sunah boleh dikerjakan dan boleh juga tidak. Apabila dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak apa-apa. Contoh puasa sunah ialah puasa hari senin dan kamis atau puasa arafah.

    Banyak manfaat yang dapat diambil dari berpuasa. Sebagai umat Islam puasa di bulan Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tapi juga menahan lainnya, menyerupai yang sudah disebutkan tersebut. Berikut ini ialah manfaat dari berpuasa bagi diri kita sendiri.

    Pengertian puasa yang pertama ialah kesepakatan bahwa kita akan mencar ilmu jujur pada diri sendiri. Seseorang yang menjalani puasa secara nrimo akan bersikap enggan untuk membohongi diri sendiri. Sekalipun tidak ada orang yang melihat, ia tidak akan mencuri-curi kesempatan untuk makan dan minum atau melaksanakan hal lain yang dapat membatalkan puasanya.

    Sikap ini didorong oleh impian untuk mendapatkan suatu kepuasan batin. Apabila ada seseorang yang mengaku berpuasa, namun tidak memiliki kejujuran pada dirinya sendiri, mungkin ia akan mendapatkan pengukuhan kesalehan dari orang lain. Namun, jauh dilubuk hatinya, pengukuhan yang ia dapat dari orang lain itu tidak akan pernah mendatangkan kepuasan bagi batinnya.

    Kemenangan hakiki dalam setiap pertarungan hanya akan bisa memuaskan batin, jikalau didapat dengan cara-cara yang jujur. Di luar itu, kemenangan hanya akan jadi realitas semu. Demikian juga dalam pertarungan melawan hawa nafsu, hanya kita sendiri yang tahu. Dengan cara apa kita berhasil memenangkannya? Cara jujur atau curang?

    Mengingat Pertian puasa ialah kesepakatan bahwa kita akan bersikap jujur pada diri sendiri, andai kita berbuat curang, dengan sendirinya kita telah berada di luar kesepakatan tersebut. Otomatis puasa yang kita jalani akan jadi kehilangan makna dan pahalanya tidak ada.

    Bagaimana orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, tapi melaksanakan tindakan yang tidak jujur, menyerupai mencuri. Hal tersebut dikembalikan lagi kepada pribadinya sendiri, apakah ia memahami arti puasa itu sendiri.

    Jangan mencontoh pada yang buruk, tapi contohlah yang baik. Laksanakanlah puasa dengan kejujuran dan hasil yang kita dapat pun akan terasa ketika waktu berbuka puasa tiba.

    Melatih anak berpuasa semenjak dini juga, dapat melatih anak tersebut untuk bersikap jujur. Hal tersebut membuat anak menjadi mengerti apa arti berpuasa di kemudian harinya.

    Pengertian puasa yang kedua ialah pengendalian diri (self control). Ketika menjalani puasa, kita akan berhadapan dengan hal-hal yang sebenarnya dihalalkan bagi kita. Namun, karena kita sedang berpuasa, hal-hal yang halal tersebut untuk sementara waktu diharamkan bagi kita. Kita pun dengan suka rela mendapatkan ketentuan ini.

    Kita tidak boleh memakan dan meminum semua makanan dan minuman halal yang kita punyai. Kita juga dilarang melaksanakan korelasi suami istri dengan pasangan hidup kita yang sah. Anehnya, kita tidak berkeberatan  dengan hal itu. Bahkan, mematuhinya. Kenapa?

    Karena kita betul-betul menyadari ihwal arti puasa bahwa mengendalikan diri ialah aspek penting bagi kehidupan manusia. Tanpa adanya kemampuan dalam mengendalikan diri, sangat sulit untuk membedakan mana insan dan mana binatang.

    Bisa dibayangkan jikalau setiap orang sanggup untuk mengendalikan dirinya, sanggup untuk mengendalikan keinginannya dalam kehidupan sehari-hari, dunia ini akan tentram tanpa kejahatan. Bayangkan, dengan berpuasa, seseorang bisa mendapatkan ketentuan yang mengharamkannya untuk menikmati sesuatu yang sebenarnya halal baginya.

    Dengan hal tersebut, sesuatu yang benar-benar haram pasti akan segera ditinggalkan. Bukannya mencari dalih bagaimana caranya menghalalkan sesuatu yang nyata-nyata haram supaya bisa dikorupsi secara aman.

    Dengan rajin beribadah puasa, insan bisa terhindar dari segala macam penyakit hati, menyerupai sombong, kikir, iri hati, dendam, dan sebagainya. Hati kita akan tentram dan damai, apabila kita bisa mengendalikan diri kita. Semoga Pertian puasa tersebut dapat bermanfaat dan menambah keimanan dan ketakwaan Kita.
    Sekian dulu Postingan Kali ini Semoga Bermanfaat Bagi kita Semua, Wassalmualaikum Wr. Wb.

    Informasi Baru Islam Pengertian Puasa dan Macam-Macam Puasa dalam Islam

    Posted at  19.16  |  in  lainnya  |  Read More»



    Asslamaualaikum Wr. Wb. Apakabar Sobat KAI Semoga Kita Masih diberikan Kesehatan Selalu Oleh Tuhan SWT, Pada kesempatan kali ini Kita akan membahas mengenai Pengertian Puasa mungkin tidak Asing lagi ditelinga Sobat KAi Tentang  Pertian puasa bagi umat muslim di seluruh dunia, merupakan adegan integral dari sikap penyerahan diri sebagai makhluk di hadapan pencipta, Al-Khaliq. Kapan dilaksanakan, apa yang menjadi dorongan, dan bagaimana cara melaksanakan puasa akan menentukan apakah puasa tersebut bernilai sebagai ibadah wajib, sunah, makruh, atau bahkan bisa menjadi perbuatan yang haram.

    Pengertian Puasa
    Pengertian puasa dalam kaidah bahasa bisa diartikan sebagai menahan. Menahan di sini, yaitu menahan dari hal-hal yang masuk ke dalam lisan dalam bentuk makanan dan minuman, bahkan juga diartikan menahan dari perbuatan dan bicara.

    Dalam petikan surat Maryam ayat 26 dijelaskan bahwa, ”Sesungguhnya saya telah Aku telah bernazar berpuasa demi Tuhan yang Maha Pemurah, sebetulnya Aku tidak akan berbicara dengan seorang insan pun pada hari ini."

    Sementara Pengertian puasa menurut secara syariah Islam disepakati para ulama, yaitu menahan dari apa pun yang membatalkan puasa, disertai niat untuk berpuasa dari terbit fajar hingga karam matahari (maghrib). Ada pula sebagian ulama yang mendefinisikan kata-kata ’membatalkan puasa’ itu sebagai perbuatan dua anggota badan, yaitu perut dan alat kelamin.

    Dalam selain agama Islam, dikenal pula acara puasa. Para pendeta, misalnya senantiasa melaksanakan puasa untuk menambah pahala, kaum Yahudi pun mengenal puasa bicara. Puasa bagi umat Buddha dan sebagian Yahudi merupakan adegan dari acara bertapa.

    Bagi umat muslim, salah satu pesan yang tersirat melaksanakan puasa ialah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Swt dan memperoleh derajat yang agung di hadapan Tuhan Swt berupa ketakwaan. Hal ini menyerupai dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya, ”Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kau berpuasa sebagaimana telah diwajibkannya atas orang-orang sebelum kamu, semoga kau bertakwa.”

    Selain puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, umat muslim mengenal puasa lain yang sifatnya sunah, menyerupai puasa Senin-Kamis, yakni puasa setiap hari Senin dan Kamis saja. Karena sifatnya puasa sunah, maka tidak ada kewajiban dan paksaan dalam pelaksanaannya.

    Di samping puasa Senin-Kamis dikenal pula puasa nazar, yaitu puasa atas karena atau tujuan tertentu yang diniatkan akan berpuasa apabila sebab-sebab itu terjadi. Misalnya, seseorang bernazar ”Saya akan puasa seminggu penuh kalau diterima jadi pegawai negeri sipil”. Setelah ia berhasil menjadi PNS, maka terkena hukum wajib untuk puasa seminggu penuh tersebut hingga kapan pun dan akan menjadi utang manakala belum dilaksanakan.

    Sebagian ulama berpendapat bahwa apabila seseorang tidak dapat melaksanakan puasa nazar, maka ia wajib memerdekakan budak sahaya atau kalau tidak ada, ia wajib memberi makan dan pakaian kepada sepuluh orang miskin.

    Puasa-puasa sunah lain di antaranya ialah puasa nisfu Sya’ban yang dilaksanakan pada awal atau pertengahan bulan Sya’ban, puasa pertengahan bulan, puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam, puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 bulan Haji untuk orang yang tidak sedang melaksanakan haji, atau puasa 6 hari di bulan Syawal sebagai puasa sunah penyempurna ibadah puasa Ramadhan.

    Puasa Bagi Kehidupan Manusia
    Kemampuan setiap orang dalam mengendalikan dirinya merupakan aspek penting dalam pergaulan insan untuk menuju tata kehidupan yang harmonis, penuh tenggang rasa, dan cinta kasih. Dengan argumen demikian, semakin terlihatlah bahwa arti puasa memiliki tugas penting dalam kehidupan manusia.

    Puasa bukanlah sekadar menahan rasa lapar dan haus atau sebuah tindakan yang seperti menawarkan sikap empati terhadap orang-orang yang sedang mengalami kelaparan, sehingga pada dikala waktu puasa berakhir, terkadang kita jadi sedikit berlebihan dalam hal makan dan minum.

    Selain itu, berlebihan juga untuk menawarkan bahwa berpuasa ialah suatu tindakan untuk menawarkan sikap empati kita kepada orang-orang yang kelaparan. Puasa kita memiliki batas tamat waktu dan kita punya makanan untuk mengakhiri puasa. Namun, puasa orang-orang yang sedang kelaparan tidak memiliki kejelasan akan batas tamat waktu. Begitu pula dengan persediaan makanan untuk mengakhirkan puasanya.

    Puasa bagi umat Islam ialah menahan diri dari makan dan minum, serta menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Waktunya dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Itu pun harus disertai niat dan syarat-syarat tertentu.

    Di dalam agama Islam, puasa ialah salah satu rukun Islam yang ketiga, yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Banyak jenis puasa yang ada di dalam anutan agama Islam, ada yang wajib dilaksanakan dan ada yang sunah untuk dilaksanakan. Salah satu puasa wajib bagi umat Islam ialah puasa Ramadhan.

    Puasa Ramadhan wajib dikerjakan oleh semua umat Islam, kecuali orang-orang yang dibolehkan untuk tidak berpuasa, tapi itu juga harus dibayar pada hari lain, selain bulan Ramadhan.

    Puasa sunah boleh dikerjakan dan boleh juga tidak. Apabila dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak apa-apa. Contoh puasa sunah ialah puasa hari senin dan kamis atau puasa arafah.

    Banyak manfaat yang dapat diambil dari berpuasa. Sebagai umat Islam puasa di bulan Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tapi juga menahan lainnya, menyerupai yang sudah disebutkan tersebut. Berikut ini ialah manfaat dari berpuasa bagi diri kita sendiri.

    Pengertian puasa yang pertama ialah kesepakatan bahwa kita akan mencar ilmu jujur pada diri sendiri. Seseorang yang menjalani puasa secara nrimo akan bersikap enggan untuk membohongi diri sendiri. Sekalipun tidak ada orang yang melihat, ia tidak akan mencuri-curi kesempatan untuk makan dan minum atau melaksanakan hal lain yang dapat membatalkan puasanya.

    Sikap ini didorong oleh impian untuk mendapatkan suatu kepuasan batin. Apabila ada seseorang yang mengaku berpuasa, namun tidak memiliki kejujuran pada dirinya sendiri, mungkin ia akan mendapatkan pengukuhan kesalehan dari orang lain. Namun, jauh dilubuk hatinya, pengukuhan yang ia dapat dari orang lain itu tidak akan pernah mendatangkan kepuasan bagi batinnya.

    Kemenangan hakiki dalam setiap pertarungan hanya akan bisa memuaskan batin, jikalau didapat dengan cara-cara yang jujur. Di luar itu, kemenangan hanya akan jadi realitas semu. Demikian juga dalam pertarungan melawan hawa nafsu, hanya kita sendiri yang tahu. Dengan cara apa kita berhasil memenangkannya? Cara jujur atau curang?

    Mengingat Pertian puasa ialah kesepakatan bahwa kita akan bersikap jujur pada diri sendiri, andai kita berbuat curang, dengan sendirinya kita telah berada di luar kesepakatan tersebut. Otomatis puasa yang kita jalani akan jadi kehilangan makna dan pahalanya tidak ada.

    Bagaimana orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, tapi melaksanakan tindakan yang tidak jujur, menyerupai mencuri. Hal tersebut dikembalikan lagi kepada pribadinya sendiri, apakah ia memahami arti puasa itu sendiri.

    Jangan mencontoh pada yang buruk, tapi contohlah yang baik. Laksanakanlah puasa dengan kejujuran dan hasil yang kita dapat pun akan terasa ketika waktu berbuka puasa tiba.

    Melatih anak berpuasa semenjak dini juga, dapat melatih anak tersebut untuk bersikap jujur. Hal tersebut membuat anak menjadi mengerti apa arti berpuasa di kemudian harinya.

    Pengertian puasa yang kedua ialah pengendalian diri (self control). Ketika menjalani puasa, kita akan berhadapan dengan hal-hal yang sebenarnya dihalalkan bagi kita. Namun, karena kita sedang berpuasa, hal-hal yang halal tersebut untuk sementara waktu diharamkan bagi kita. Kita pun dengan suka rela mendapatkan ketentuan ini.

    Kita tidak boleh memakan dan meminum semua makanan dan minuman halal yang kita punyai. Kita juga dilarang melaksanakan korelasi suami istri dengan pasangan hidup kita yang sah. Anehnya, kita tidak berkeberatan  dengan hal itu. Bahkan, mematuhinya. Kenapa?

    Karena kita betul-betul menyadari ihwal arti puasa bahwa mengendalikan diri ialah aspek penting bagi kehidupan manusia. Tanpa adanya kemampuan dalam mengendalikan diri, sangat sulit untuk membedakan mana insan dan mana binatang.

    Bisa dibayangkan jikalau setiap orang sanggup untuk mengendalikan dirinya, sanggup untuk mengendalikan keinginannya dalam kehidupan sehari-hari, dunia ini akan tentram tanpa kejahatan. Bayangkan, dengan berpuasa, seseorang bisa mendapatkan ketentuan yang mengharamkannya untuk menikmati sesuatu yang sebenarnya halal baginya.

    Dengan hal tersebut, sesuatu yang benar-benar haram pasti akan segera ditinggalkan. Bukannya mencari dalih bagaimana caranya menghalalkan sesuatu yang nyata-nyata haram supaya bisa dikorupsi secara aman.

    Dengan rajin beribadah puasa, insan bisa terhindar dari segala macam penyakit hati, menyerupai sombong, kikir, iri hati, dendam, dan sebagainya. Hati kita akan tentram dan damai, apabila kita bisa mengendalikan diri kita. Semoga Pertian puasa tersebut dapat bermanfaat dan menambah keimanan dan ketakwaan Kita.
    Sekian dulu Postingan Kali ini Semoga Bermanfaat Bagi kita Semua, Wassalmualaikum Wr. Wb.

    AsslamualaikumWr. Wb. Semoga Sobat Diberikan Kemudahan Dalam Melaksanakan Ibadah Kepada Tuhan SWT. Pada kali ini kita membahas mengenai tata cara Tayamum.
    tayamum dalam ISLAM itu mudah, alasannya yaitu bahwasanya Tuhan sama sekali tidak ingin memberatkan hamba-Nya. Dan itulah diantara pesan yang tersirat tayyamum, disaat kita tidak menemukan air untuk bersuci atau alasannya yaitu kedaan yang tidak memungkinkan untuk bersentuhan dengan air (PenyakitKhusus).

    Tayamum yaitu untuk menyucikan diri kita dan semoga kita bersyukur dengan syari’at ini. Sehingga semakin nampak kepada kita bahwa Setelah menyebutkan syariat bersuci, Tuhan Telah Menjelaskan Cara Bersuci tersebut dengan firman-Nya:


    وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ
    فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

    Artinya:
    “Dan kalau kau sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari daerah buang air atau berafiliasi tubuh dengan perempuan, lalu kau tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (Qs. Al Maidah: 6).

    Namun bagaimana dan menyerupai apa Tayamum yang benar sesuai sunnah Nabi? Berikut tata cara tayammum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dijelaskan dalam hadits ‘Ammar bin Yasirradhiyallahu ‘anhu:

    بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian saya mengalami junub dan saya tidak menemukan air. Maka saya berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian saya ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas dia mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya menyerupai ini”.  Kemudian dia memukulkan telapak tangannya ke permukaan tanah sekali, lalu meniupnya. Kemudian dia mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu dia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

    Dalam salah satu lafadz riwayat Bukhori:

    وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ وَاحِدَةً

    “Dan dia mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”.(Muttafaq ‘alaihi)

    Makara Berdasarkan hadits di atas, kita dapat simpulkan bahwa tata cara tayammum Rasulullah yaitu sebagai berikut:


    • Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah sekali  kemudian meniupnya.
    • Mengusap punggung telapak ajun dengan tangan kiri dan sebaliknya.
    • Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
    • Semua usapan dilakukan sekali.


    • Bagian tangan yang diusap hanya hingga pergelangan tangan saja


    • Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil


    • Tidak wajibnya tertib atau berurutan ketika tayammu.


    Sekian Dulu Sobat KAI Penjelasan Kali Ini Semoga Dapat Menambah Pemahaman Kita Lebih Jauh Mengenai Islam.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Informasi Baru Islam Tata Cara Tayamum Yang Benar Sesuai Contoh Rasulullah Saw

    Posted at  19.16  |  in  TataCara  |  Read More»

    AsslamualaikumWr. Wb. Semoga Sobat Diberikan Kemudahan Dalam Melaksanakan Ibadah Kepada Tuhan SWT. Pada kali ini kita membahas mengenai tata cara Tayamum.
    tayamum dalam ISLAM itu mudah, alasannya yaitu bahwasanya Tuhan sama sekali tidak ingin memberatkan hamba-Nya. Dan itulah diantara pesan yang tersirat tayyamum, disaat kita tidak menemukan air untuk bersuci atau alasannya yaitu kedaan yang tidak memungkinkan untuk bersentuhan dengan air (PenyakitKhusus).

    Tayamum yaitu untuk menyucikan diri kita dan semoga kita bersyukur dengan syari’at ini. Sehingga semakin nampak kepada kita bahwa Setelah menyebutkan syariat bersuci, Tuhan Telah Menjelaskan Cara Bersuci tersebut dengan firman-Nya:


    وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ
    فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

    Artinya:
    “Dan kalau kau sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari daerah buang air atau berafiliasi tubuh dengan perempuan, lalu kau tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (Qs. Al Maidah: 6).

    Namun bagaimana dan menyerupai apa Tayamum yang benar sesuai sunnah Nabi? Berikut tata cara tayammum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dijelaskan dalam hadits ‘Ammar bin Yasirradhiyallahu ‘anhu:

    بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian saya mengalami junub dan saya tidak menemukan air. Maka saya berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian saya ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas dia mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya menyerupai ini”.  Kemudian dia memukulkan telapak tangannya ke permukaan tanah sekali, lalu meniupnya. Kemudian dia mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu dia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

    Dalam salah satu lafadz riwayat Bukhori:

    وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ وَاحِدَةً

    “Dan dia mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”.(Muttafaq ‘alaihi)

    Makara Berdasarkan hadits di atas, kita dapat simpulkan bahwa tata cara tayammum Rasulullah yaitu sebagai berikut:


    • Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah sekali  kemudian meniupnya.
    • Mengusap punggung telapak ajun dengan tangan kiri dan sebaliknya.
    • Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
    • Semua usapan dilakukan sekali.


    • Bagian tangan yang diusap hanya hingga pergelangan tangan saja


    • Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil


    • Tidak wajibnya tertib atau berurutan ketika tayammu.


    Sekian Dulu Sobat KAI Penjelasan Kali Ini Semoga Dapat Menambah Pemahaman Kita Lebih Jauh Mengenai Islam.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 Hidup Itu Indah.
    Powered by Themes24x7 .
    back to top